Lamsiang Sitompul Kembali Nahkodai HBB, Merajut Persatuan dan Mengawal Martabat Bangso Batak 2026–2031

6 menit membaca View : 46
Beritaadmin
Sumut - 24 Okt 2026

Beritainteraktif.com||Medan— Kepercayaan kembali berlabuh kepada Lamsiang Sitompul, S.H., M.H. Ia kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) untuk periode 2026–2031 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) I HBB.

 

Amanah lima tahun ke depan itu resmi dikukuhkan melalui pelantikan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, lantai II Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Sabtu (24/10/2026), pukul 15.00 WIB.

 

Bagi HBB, pergantian periode kepengurusan bukan sekadar pergiliran jabatan. Di dalamnya tersimpan harapan untuk merawat persaudaraan, meneguhkan identitas budaya, dan menghadirkan organisasi yang semakin dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

 

Di tengah keberagaman latar belakang dan luasnya wilayah persebaran masyarakat Batak, HBB menempatkan persatuan sebagai pijakan, adat dan budaya sebagai warisan yang harus dijaga, serta pendampingan dan perlindungan hukum sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

 

Organisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai tempat berhimpun, tetapi tumbuh menjadi rumah bersama yang mampu menyatukan langkah, merawat martabat, dan memperjuangkan kepentingan Bangso Batak di mana pun berada.

 

Thomson Marisi Parapat: Kepemimpinan Harus Membawa Perubahan

 

Ketua Panitia, Thomson Marisi Parapat, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat kepada Lamsiang Sitompul atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin DPP HBB.

 

Di balik ucapan selamat tersebut, terselip harapan agar kepemimpinan baru mampu menorehkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam upaya memperjuangkan dan mengangkat martabat masyarakat Batak, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.

 

Thomson juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan waktu untuk menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dan memberikan dukungan hingga pelantikan pengurus DPP HBB periode 2026–2031 terlaksana.

 

Baginya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak lahir dari kerja satu orang, melainkan dari kebersamaan banyak pihak yang bergerak dengan tujuan yang sama.

 

Kehadiran Sultan Deli XIV Menambah Khidmat Pelantikan

 

Prosesi pelantikan turut dihadiri Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, bersama jajaran pengurus HBB yang baru dilantik.

 

Hadir pula perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai daerah, tokoh masyarakat Batak, perwakilan pemerintah daerah, serta sejumlah undangan lainnya.

 

Kehadiran para tokoh dan perwakilan tersebut memperlihatkan pertemuan berbagai unsur masyarakat dalam satu momentum organisasi. Di tengah perbedaan peran dan latar belakang, persaudaraan, penghormatan terhadap budaya, dan semangat menjaga kerukunan menjadi nilai yang mengemuka.

 

Bagi HBB, kebersamaan semacam ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pengabdian sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

 

Lamsiang Tegaskan HBB sebagai Rumah Bersama Bangso Batak

 

Dalam pidato usai pelantikan, Lamsiang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa HBB harus tetap berdiri sebagai wadah pemersatu masyarakat Batak tanpa membedakan latar belakang, agama, maupun subetnis.

 

“HBB hadir bukan hanya sekadar organisasi kemasyarakatan, melainkan rumah bersama bagi Bangso Batak di mana pun berada. Fokus utama kita pada periode 2026–2031 ini adalah memperkuat solidaritas internal, melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Batak, serta memberikan bantuan dan perlindungan hukum secara maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegas Lamsiang.

 

Pesan tersebut menegaskan arah kepemimpinan HBB selama lima tahun mendatang: membangun solidaritas dari dalam, menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman, serta memperkuat keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

 

Di tengah dinamika kehidupan sosial, persatuan tidak cukup hanya diucapkan. Ia perlu dirawat melalui tindakan, diwujudkan dalam kepedulian, dan dibuktikan lewat kehadiran organisasi ketika masyarakat menghadapi persoalan.

 

Maruli Siahaan Ingatkan Integritas dan Pengabdian

 

Pembina/Penasihat HBB, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru tersebut.

 

Tokoh masyarakat Batak itu menilai HBB memiliki posisi strategis sebagai mitra masyarakat sekaligus pemerintah, terutama dalam menjaga situasi yang kondusif dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

 

“Selamat dan sukses atas pelantikan DPP Horas Bangso Batak periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Adinda Lamsiang Sitompul. Saya berharap HBB makin solid, semakin dicintai masyarakat, dan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antaretnis serta mengawal kemajuan Bangso Batak di kancah nasional maupun internasional,” ujar Maruli.

 

Ia juga berpesan agar seluruh pengurus senantiasa menjaga integritas dan menjalankan program kerja yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sosial serta kemajuan generasi muda Batak.

 

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan organisasi bukan semata-mata kehormatan, melainkan tanggung jawab yang harus dijawab melalui kerja nyata, keteladanan, dan pengabdian yang berkelanjutan.

 

Pemprov Sumut Ajak HBB Perkuat Sinergi Pembangunan

 

Dukungan terhadap kepengurusan baru HBB juga disampaikan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, H. Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP. Ia hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

 

Dalam sambutannya, Timur menyampaikan ucapan selamat kepada Lamsiang dan seluruh jajaran pengurus DPP HBB periode 2026–2031. Ia membuka sambutan dengan salam keberagaman, “Horas! Syalom, Mejuah-juah! Njuah-njuah!”

 

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Timur mengapresiasi kontribusi HBB dalam merawat kebinekaan, melestarikan nilai-nilai luhur budaya, dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

 

Ia berharap HBB terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program pembangunan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kondusivitas wilayah.

 

Timur juga menyampaikan harapan agar seluruh pengurus diberikan kekuatan, hikmat, dan kesuksesan dalam mengemban amanah organisasi.

 

Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, menurut arah pesan tersebut, menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan semangat kebersamaan dengan kebutuhan pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

 

Ulos, Doa, dan Budaya Mengiringi Langkah Kepengurusan Baru

 

Pelantikan berlangsung dalam balutan prosesi adat dan budaya Batak yang menambah kekhidmatan acara.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) kepengurusan, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan dan penyerahan pataka kebesaran Horas Bangso Batak kepada Ketua Umum.

 

Penyerahan ulos turut mewarnai prosesi sebagai simbol penghormatan dan doa keberkahan. Nuansa budaya semakin terasa melalui atraksi seni khas Batak dan doa bersama yang mengiringi momentum tersebut.

 

Acara kemudian ditutup dengan pagelaran seni dan budaya Batak serta sesi foto bersama pengurus dan para tamu undangan.

 

Di antara prosesi resmi, simbol adat, dan pertemuan para tokoh, tersirat pesan tentang pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak terputus oleh pergantian generasi. Budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan identitas yang terus hidup melalui penghormatan, pelestarian, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sejumlah perwakilan daerah dan tokoh yang hadir berharap kepengurusan DPP HBB periode 2026–2031 semakin solid dan profesional. Mereka juga berharap organisasi ini mampu memperkuat perannya dalam menjaga kerukunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

 

Pada akhirnya, masa kepemimpinan lima tahun mendatang akan menjadi ruang pembuktian bagi HBB. Persatuan perlu diterjemahkan menjadi gerakan, perlindungan hukum diwujudkan melalui pendampingan, dan pelestarian budaya dijaga lewat tindakan yang berkesinambungan.

 

Sebab, martabat sebuah organisasi tidak hanya tercermin dari siapa yang memimpinnya atau seberapa megah prosesi pelantikannya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

Bagi Lamsiang Sitompul dan seluruh jajaran pengurus, amanah periode 2026–2031 kini telah dimulai. Harapannya, HBB terus tumbuh sebagai rumah persaudaraan yang merawat akar budaya, menjembatani perbedaan, dan menguatkan langkah Bangso Batak menuju masa depan.(Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *