Akses Jalan Dipersoalkan, Sengketa Gang Keluarga Medan Kota Jadi Sorotan

4 menit membaca View : 55
Beritaadmin
Medan, Viral - 03 Nov 2026

MEDAN – Perselisihan akses jalan di Gang Keluarga, Jalan Saudara Ujung, Lingkungan 12, Kelurahan Sudirejo 1, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara, kian memanas dan menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.3/11/2026

Konflik yang disebut telah berulang kali dimediasi pihak kelurahan itu kini berkembang menjadi persoalan serius, menyangkut batas kepemilikan tanah, akses kendaraan pribadi, dugaan penghinaan terhadap warga, hingga kehadiran aparat dalam perselisihan tersebut.

Nama Natalia Hutagaol menjadi sorotan setelah sejumlah warga menyampaikan keberatan atas perselisihan yang disebut berulang kali terjadi terkait akses mobil pribadinya melintasi gang dengan lebar sekitar dua meter.

Bagi masyarakat setempat, persoalan ini bukan sekadar tentang kendaraan yang hendak melintas. Lebih jauh, warga mempertanyakan apakah kepentingan akses kendaraan pribadi dapat dijadikan alasan untuk mendesak tetangga mengubah pagar, pembatas, maupun pot bunga yang menurut mereka berada di atas batas tanah masing-masing.

“Jangan karena memiliki mobil, lalu kami yang memiliki tanah harus terus mengalah. Kami juga punya hak. Kalau batas tanah kami sesuai surat, mengapa harus dipersoalkan?” ungkap salah seorang warga.

Gang Dua Meter, Kepentingan Kendaraan Pribadi Diduga Picu Konflik Berkepanjangan

Berdasarkan keterangan warga, Natalia diketahui bekerja sebagai bidan sekaligus pengasuh bayi di Rumah Sakit Regina Maris, Jalan Katamso, Medan. Aktivitas pulang-pergi menggunakan mobil melalui Gang Keluarga disebut menjadi salah satu pemicu perselisihan.

Warga mengungkapkan, pertengkaran beberapa kali terjadi ketika kendaraan yang melintas diduga bersinggungan dengan seng pembatas maupun pot-pot bunga yang berada di sekitar batas tanah warga.

Masyarakat menegaskan bahwa pagar dan pot-pot bunga tersebut dipasang sebagai pembatas halaman, bukan untuk menghalangi akses jalan.

Namun, keberadaan pembatas itu disebut terus menjadi sumber keberatan Natalia.

Persoalan yang semestinya dapat diselesaikan melalui dialog, pemeriksaan dokumen, dan pengukuran batas tanah kini justru berpotensi memperlebar ketegangan sosial di lingkungan masyarakat.

Dugaan Caci Maki Bernada Merendahkan, Rekaman Video Disebut Dimiliki Warga

Perselisihan ini semakin menyita perhatian setelah muncul keterangan warga mengenai dugaan perkataan bernada penghinaan yang menyerang kondisi ekonomi masyarakat.

Natalia diduga pernah melontarkan ucapan yang dinilai merendahkan warga terkait kemampuan finansial dalam membangun pagar beton.

Warga menyebut terdapat rekaman video yang diduga merekam peristiwa tersebut.

Apabila dugaan itu benar, persoalan ini patut menjadi perhatian serius. Perbedaan pendapat mengenai akses jalan maupun batas tanah seharusnya tidak berkembang menjadi tindakan yang berpotensi merendahkan martabat sesama warga.

Selain itu, warga juga menyampaikan keberatan terkait dugaan penggunaan TikTok oleh Natalia Hutagaol terhadap tetangganya. Bahkan, muncul informasi yang menyebut tetangganya dikaitkan dengan istilah “kafir”.

Dugaan tersebut perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun memperkeruh hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

Dugaan Kehadiran Polisi dan TNI dalam Perselisihan, Warga Pertanyakan Tujuannya

Persoalan ini juga menjadi sorotan setelah warga mengungkapkan dugaan kehadiran personel kepolisian dan TNI dalam perselisihan yang melibatkan Natalia Hutagaol beserta keluarganya.

Warga mempertanyakan tujuan kehadiran aparat tersebut, apakah semata-mata untuk menjaga keamanan dan membantu proses mediasi, atau justru menimbulkan kesan adanya tekanan terhadap masyarakat yang mempertahankan batas tanahnya.

Selain itu, ayah dan ibu Natalia disebut turut hadir dalam sejumlah perselisihan yang terjadi berulang kali.

Kehadiran berbagai pihak dalam konflik tersebut semakin menambah kompleksitas persoalan yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian.

Perselisihan Gang Keluarga ini dikabarkan telah beberapa kali dimediasi oleh pihak Kelurahan Sudirejo 1 bersama Kepala Lingkungan 12.

Warga Berencana Melaporkan Persoalan Ini ke Polda Sumut

Sejumlah warga menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polda Sumatera Utara.

Dugaan penghinaan, intimidasi, serta persoalan unggahan media sosial diharapkan dapat ditelaah secara objektif oleh pihak berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Warga berharap tidak ada pihak yang merasa lebih berkuasa dalam mempertahankan kepentingannya.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa hak atas tanah, ketenteraman lingkungan, dan penghormatan terhadap sesama warga merupakan hal yang tidak boleh dikorbankan hanya demi kepentingan akses kendaraan pribadi.

Natalia Hutagaol Minta Identitas Wartawan dan Dasar Konfirmasi Dijelaskan

Dalam upaya memperoleh informasi yang berimbang, awak media Pakar Investigasi telah menghubungi Natalia Hutagaol untuk meminta konfirmasi terkait keluhan sejumlah tetangganya mengenai perselisihan akses jalan dan batas tanah di Gang Keluarga.

Namun, Natalia meminta agar identitas wartawan, sumber kontak, serta dasar konfirmasi dijelaskan terlebih dahulu.

Melalui pesan WhatsApp, Natalia menyampaikan:

“Sebelum semua pertanyaan ini harus dijawab, infokan data diri yang WA saya ini. Sebutkan nama, dapat kontak saya dari siapa dan tolong sertakan bukti laporan/pengaduan atas dasar apa bisa WA saya secara tiba-tiba dan menanyakan hal tersebut? Jangan hanya sebut ‘Redaksi Media Pakar Investigasi’ saja. Beri info yang jelas. Tks.”

Redaksi Pakar Investigasi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Natalia Hutagaol untuk memberikan penjelasan secara lengkap, termasuk mengenai batas tanah, akses jalan, mediasi yang telah dilakukan, serta berbagai keberatan yang disampaikan warga.

Klarifikasi dari seluruh pihak menjadi penting agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang merusak keharmonisan masyarakat.

Publik Menanti Penyelesaian yang Adil.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *